Posted by: icalmahdi | November 13, 2008

MAU KAYA..?? JANGAN JADI DOKTER.!!

 dokter61

Aku yakin dalam sebuah kelas di suatu sekolah dasar yang berisi 30-an siswa, jika ditanya “Apa Cita-Cita kalian anak-anak ..?”. Dijamin 101 % ada yang menjawab menjadi dokter. Dan aku percaya bahwa yang bercita-cita menjadi dokter tidak sedikit. Bahkan mungkin mendominasi. Meski ada yang meramaikan, seperti pilot, polisi, astronot, tentara, presiden, insinyur dll. Tak ayal lagi cita-cita menjadi dokter masih menduduki klasemen papan atas impian anak-anak.

Di bangku sekolah lanjut pun situasi tidak jauh berbeda. Dokter lagi-lagi menjadi pilihan favorit jurusan, apalagi yang di sekolah unggulan. Siswa-siswa yang dulu punya cita-cita astronot, sepertinya sudah tersadar betapa mustahilnya menggapai. Di negeri ini jarang yang melahirkan penerbang luar angkasa. Bahkan tidak ada. Prospeknya pun kurang bisa diyakini bisa menyejahterakan hidup. Presiden..?? Wah ini apalagi. Menjadi orang nomor satu di Indonesia harus melalui perjalanan puuaaannjaaaangg. Beban negara pun seabrek banget. Tambah lama tambah semrawut. Tentara dan polisi..?? yahh.. boleh lah. Ada yang masih minat. Tapi sekali lagi, tidak dipungkiri bahwa dokter tetap menjadi idaman di hati para pencari ilmu ini.

Beda saat masih kanak-kanak, kali ini mereka punya alasan yang lebih realistis mengapa memilih dokter sebagai cita-cita. Katanya hidupnya jelas akan jadi apa. Yahh.. jelas lah jadi dokter. Posisi aman, dan tetap pada zona nyaman adalah alasan utama. Ini mungkin ciri orang Indonesia kebanyakan, susah mau mengambil risiko yang besar. Kalo di jurusan lain, masih terlalu kompleks ingin jadi apa. Perlu seleksi alam lagi untuk menyejahterakan hidup. Dan risiko sedang asyik bermain di sana. Tidak salah dengan alasan itu menurutku. Toh, itu adalah bagian dari cita-cita. Sah-sah saja kan?. Kemudian, ada juga yang beralasan suka dengan pelajarannya. Ini jawaban para Biologi-mania. Apalagi ditambah dengan alasan tidak suka dengan pelajaran lain. Jadi mereka ingin mengembangkan minat yang lebih atas apa yang telah menjadi kegemarannya. Ini alasan yang sangat diterima (sekali lagi “menurutku”). Coba bayangkan jika mereka berada pada bidang studi yang sama sekali mereka anti­ terhadapnya. Ini namanya melanggar HAP (Hak Asasi Pendidikan).

Ikut-ikutan orang tua yang telah jadi dokter. Wah ini trend kehidupan keluarga. Kalo Ayahnya jadi pengusaha, diwariskan ke anaknya. Kalo jadi politikus, anaknya pasti direkrut jadi kader. Klo jadi dokter, sedikit-banyak orang tua punya andil untuk mengarahkan putra-putrinya menjadi dokter. Apalagi para orang tua dokter yang telah memilki kedudukan dan posisi tinggi di kampus dan rumah sakit. (eehm..keliatannya ada jalur khusus nih.). Kemudian yang terakhir, ada pula yang memilki alasan lain mengapa ingin menjadi dokter. Yaitu ingin kaya. Ingin memiliki penghasilan lebih dan bisa menyukupi kebutuhan hidup. Memang ini alasan yang tidak spontan terucap dan terlintas. Tapi keinginan untuk hidup mapan dengan harta berlebih pasti sempat singgah di pikiran para calon dokter. Ada yang salah dengan alasan ini.?

Menurutku tetap tidak ada yang salah atas alasan memiliki penghasilan yang lebih ini. Hampir sama dengan profesi dan pekerjaan yang lain, penghasilan tetap menjadi tujuan utama mengapa kita harus bekerja. Mau diberi makan apa keluarga, kalo kita nggak dapat penghasilan dari pekerjaan-pekerjaan kita. Kebutuhan yang semakin menggila menuntut kita untuk berpenghasilan. Dari profesi menjadi dokter, kita bisa mendapatkannya. Lalu apa yang jadi permasalahan..???..

dokter5Menurutku, (yah lagi-lagi menurutku..). Jika kita memilki niatan untuk menjadi kaya, dan itu kita jadikan tujuan utama kita untuk berprofesi sebagai dokter. Sampai-sampai tidak menghiraukan tanggungan yang lain. Sambil membayangkan, setelah praktik di tempat klinik, mengenakan jas putih berwibawa, dengan pasien antri berjubel. Nggak lama kemudian, bisa membeli rumah mewah, mobil mahal, makan di restoran Eropa, gaya hidup berubah drastis. Mohon maaf teman-teman, adik-adikku sekalian. Jika itu impian-mu yang membuat kamu masuk jurusan kedokteran. Saya peringatkan, Kalian salah jurusan..!!.. Atau mungkin bisa dibilang salah cita-cita. Profesi dokter tidak bisa mewujudkan dream seperti itu. Sebelum terlalu jauh, Segera ubah dan reset ulang impian-mu..Selagi bisa.

Dokter bukan lahan bisnis yang sering kita pikirkan bersama. Ia juga bukan pula tambang emas yang senantiasa mengeluarkan hasil galiannya berupa harta tak terhingga. Apalagi jika ada yang bilang dokter adalah lahan basah, sebuah usaha jaringan. Ketika kita berhasil membangun jaringan berupa kepercayaan pasien, niscaya income yang masuk ke saku jas putih kita akan semakin membludak seiring besarnya jaringan kita. Dokter adalah sebuah profesi mulia. Bukan karena berhasil menyembuhkan penyakit pasien lantas dia mendapatkan kompensasi atas itu, tetapi dokter menyembuhkan pasien karena ingin meringankan penderitaan sang pasien.. Hanya itu kemuliaannya..Sekali lagi..>> Meringankan penderitaan..!!!

Teman-teman, dokter adalah profesi yang selalu bermain-main dengan bab tanggung jawab. Setiap lembaran ilmu yang dipelajari, tersimpan pesan moral yang cukup mendalam. Dan tiap lembar itu pula, ada sebuah beban tanggung jawab yang harus diemban. Nggak main-main nih.. tanggung jawab atas kesejahteraan manusia atas hidupnya. Banyak harapan orang-orang yang dipegang oleh tangan seorang dokter. Sebuah harapan kesejahteraan.

Lantas bagaimana dengan dokter yang “sudah terlanjur kaya” atas profesinya?? Bukankah mereka juga dokter..?? Bukankah mereka mendapat harta melimpah dari hasil praktik..??.. Bagaimana bisa dikatakan tidak dapat kaya dengan berprofesi menjadi dokter padahal sudah jelas-jelas banyak dokter yang kaya. Banyak dokter yang punya rumah mewah, mobil mahal.

Ini mungkin yang membuat masyarakat semakin bertanya tentang keberadaan dokter. Tidak sedikit dokter yang “nakal” merubah niatannya. Tidak hanya sekedar menjadi “Sang Penyelamat” tetapi juga sebagai “Sang Miliarder”. Dokter yang semula dianggap terpandang kedudukannya karena ilmu mulianya sangat bermanfaat dan bermakna bagi seharap kesejahteraan, sekarang telah menjadi pelarian kesakitan hati. Entah atas kesalahan pelayanan, atau tentang biaya perawatan kesehatan. Berbagai tuduhan sebangsa malpraktik deras mengucur ke wajah para dokter. Ini semua dikarenakan masyarakat dan pasien semakin gerah dengan profesi dokter yang sudah tidak bijaksana kembali.

 

Wahai dokter-dokter atau pun para calon dokter..!!! Janganlah engkau membungkus tubuhmu dengan gelar dokter hanya karena ingin menggali uang, ingin kaya. Mengeruk dana dari kantong-kantong masyarakat. Apalagi mereka yang tidak mampu. Perbuatanmu itu hanya membuat hati ini sakit. Bahkan tak bisa tersembuhkan. Ingat..!! Ilmu kita tidak bisa ditukar dengan satu – dua lembar uang. Apalagi lebih. Tetapi ilmu kita hanya bisa ditukar dengan pahala-Nya asal kita ikhlas menjalankan amal yang mulia ini.

 

(Sumber : neuron-neuron dalam cortex cerebri kecil-ku.)


Responses

  1. tulisanna bagus…

    semoga tulisan ini jadi tolak ukur kedepan nantinya.. ilmu bukan untuk disalah gunakan.. menolong org harus ikhlas. bukan krn ingin ‘mendpat’ nilai dimata manusia yg lain..

    kerjakanlah dgn hatimu, lakukan dgn niatmu, dan semangat trus dgn segala apa yg ada dihadapanmu..

    bisa! bisa! kamu bisa! (loh ko moto relawan ada disini) hehhehe

  2. Betul…
    Seorang software developer lebih mudah kaya daripada seorang dokter😎 .

    Tapi cita-cita saya tetap, pingin jadi guru. Ada kepuasan tersendiri ketika mengetahui anak didik berhasil masuk UI, ITB, UGM, dll. Apalagi nanti, kalau mengetahui anak didiknya sudah benar-benar jadi orang yg bermanfaat bagi bangsa dan negara.

    😀 Mau kaya? Jadi dokter juga bisa :coo: !

  3. aiz.. apapun itu yg penting bisa maksimal di situ…
    jadi engineer boleh tuh🙂

  4. waduh mas , saya mah pngnx jadi hacker sejak kecil . kq g d sebutin ya ?🙂

    oiya , emang bxk yg kykx salah jurusan . pngn kuliah byr dapet kerjaan gampang . padahal kn esensi dari kuliah bkn cmn kerja . tp dapet ilmu . bener g mas ? klo salah , wah maap deh . msh perlu bxk belajar .😀

  5. ” Two Thumbs Up ” again…

    Postingan yg bgs buat ‘menyadarkan’ para junior yg memiliki niat melenceng dgn profesi yg mulia.
    LHO???? Emang wkt baru milih jurusan mreka pada pingsan y.. (jd gak nyadar) Hehehe…

  6. luar biasa postingan in!!!!ya emg bener bang, skrg bnyk dokter yang ky gt. ada sebuah cerita dari seorang ulama ketika ada seorang wanita hamil, dia berkonsultasi ke dokter dan dokter tersebut menyarankan caesar padahal wanita tersebut seharusnya masih bisa melahirkan secara normal. nah ini bang oleh para calon dokter yang harus di luruskan, gag sekedar operasi yang menguntungkan tetapi mencarikan solusi juga kepada sang pasien dengan usaha maksimal. semangad bang

  7. @ keishka :

    Yah.. semoga niat kita bener..
    dan yakin klo kita BISA..!!!🙂

    @ agungfirmansyah :

    wah.. Guru ya gung..??!!
    sip..!!🙂
    Mulia banget plus amalnya trus mengalir (kyk prinsip MLM tuh)

    Tpi ya gitu.. lagi2 berlari ke bab niat..
    Apapun profesi dan pekerjaan kita dan semulia apapun itu, jika niat kita salah..
    Yah.. SAma aja..!!! Banyak kan sekarang Guru yang sudah lagi tidak “di gugu lan ditiru”😦

    SEmangat mencetak generasi Dahsyat utk bangsa ini Gung..!!!
    (aku nang mburimu.., Adoh tapi.hehe..)

    @ aRuL :

    Maksimal usahanya, maksimal pahalanya, maksimal surganya..🙂
    (wuihhh.. koq jadi bijak gini..?)

    @ ahmad sheva :

    Iya dik..
    tp menurut saya,(lg2 menurut saya..)
    yang akan kita dapatkan nanti adalah yang telah kita niatkan di awal..
    Tergantung langkah pertama kaki ini beranjak
    (ceeilee..)😀

    @ Juliet :

    Trims..🙂
    wah ada juga yang comma.. hehe..
    GCS nya 1 2 1 (tau gak ap itu??)

    @ eelham182 :

    gue suka kata loe..!!
    sepakat 100 %..!!!
    trims ilham..!!

  8. sebenarnya semua orang terlahir sebagai orang yang teramat sangat amat kaya ruaya suekalii…
    namun mereka, bahkan kita terkadang lalai bin lali lupa gak eling bahwa sesungguhnya kita terlahir sebagai orang yang kaya.

    Ya, kekayaan yang tak ternilai harganya.
    Saya yakin hampir tidak akan ada orang yang mau menukarkan panca ideranya dengan uang berapapun.

    Semangad……!!!!

    ^_^

    eh, btw gmn proposal yg ana pesen kemaren akh?
    af1 ngrepoti..
    hehehe =p

  9. Aku dulu awalnya mau jadi pemadam kebakaran. Terus sekarang gak nyangka jadi orang IT🙄

    Jadi ingat… kalo mau kaya, ya bisnis lah. Wirausaha gitu…

  10. “jangan menambah sakit”, mgkn itulah pesan dari saya. berdasar pengalaman, pernah gw sakit gigi, eh bukannya reda, malah menjadi-jadi, blm lagi waktu proses pengobatan gigi gw, ampun … gw sumpahin gw gak bakalan ke dokter itu lagi.
    makanya gw agak ndableg karo diajak ke dokter sama ortu, meski lg sakit. kalaupun mau, itu dlm kondisi sangat terpaksa sekali dan biar ortu ndak marah😀

  11. hm.. kayaknya kaya ga ada hubungannya dengan profesi deh. Dokter kaya juga gpp. Kaya tu hubungannya dengan kecerdasan finansial..

    Kalo dia jadi dokter dan punya kecerdasan finansial, tidak perlu mengorbankan idealisme seorang dokter juga masih bisa kaya. sangat kaya malah…
    😀

  12. @ icalmahdi yang lagi ko ass
    wew, gue setuju banget sama elo wahai temen sejawat! kalo mau kaya, jgn jadi dokter. kalo mau kaya, bisnis aja. ato jadi artis. wekekekek.. ^o^

    jadi dokter mah lambat kaya. serius. kalo mau dapetin buanyak buanget duit dengan hanya bermodal ilmu kedokteran yang kita punya, jadi klinisi contohnya, sepuluh tahun kerja jadi klinisi juga belum tentu bisa jadi milyarder. kalo mau banyak duit dengan modal ilmu kedokteran, kita musti ngeluarin banyak modal (duit) dulu buat sekolah tinggi-tinggi. sekolah dulu paling enggak sampe jadi spesialis. karena, apa sih yang bisa dilakukan oleh seorang dokter umum untuk nyari banyak duit dengan modal ijazah kedokteran umumnya itu??? apa sih yang bisa dia lakukan di kancah dunia kedokteran dengan bermodalkan ilmu kedokteran umumnya itu??? sementara ilmu kedokteran terus berkembang.. kayak pernyataan yang arin dapetin di filsafat ilmu dulu, “medical studies is a long life learning education”.. gak abis2 kak belajarnya. belajarnya sampe mati. dan setelah jadi dokter spesialis pun, belum tentu banyak duit. guru besar-guru besar kedokteran pun banyak kok yang kere. maksud ku duitnya ga banyak2 amat gitu.

    jadi, kedokteran itu fokus kerjanya pada pengabdian. bukan nyari duit. menurut arin sih itu.

    kalo jadi dokter, jangan jadikan pasien itu mesin uang. kalo jadi dokter tapi main2in pasien, ngakal2in pasien, etc..huhhh arin sumpahin!!!

    itulah betapa pentingnya dokter yang tertarbiyah..
    huaaa…!! statement terakhir ga nyambung sama tulisan atas2nya^^
    (eh, nyambung2 aja sih..)

    salam sejawat,

  13. kalo caya pengen jadi menteli keuangan…
    hahaha

    ndak pelnah kepikilan tuh jadi doktel

  14. GA PENGEN jadi dokter ,
    enak jadi PRESIDEN😉
    eh ngga sih, enak jadi …
    jadi orang sukses dunia akhirat🙂

  15. Kedokteran…
    Sekarang benar2 menjadi hal yang sangat umum.
    Sempet sih dulu pengen masuk ke sana..

    Tapi kayaknya pejuang lingkungan belum banyak.
    So, saya akhirnya masuk Teknik Lingkungan:mrgreen:

  16. Iya, sekarang tuh dokter identik dengan uang. Jika ada uang maka pasien akan ditangani namun jika tidak ada uang pasien akan dibiarkan begitu saja…😦 .
    MasyaAllah, kadang aku pikir kenapa mereka begitu tega sekali..?? gimana seandainya itu orang tua atau saudara mereka yang memang darurat dan butuh pertolongan…?? apa mereka tak pernah berpikir kesana…??😦 .

  17. Gak ada salahnya orang pengen jadi dokter
    Gak ada salahnya juga orang pengen kaya
    Bukannya orang Islam harus kaya?🙂

    Yang penting tetep tau arah yang benar dan tanggung jawab….
    Dan juga tetep berbagi dan peduli sesama tanpa materi…

    Untuk calon dokter dan yang sudah jadi dokter…harus tetap mau menangani saudara yang terkena musibah, dengan atau tanpa uang muka…..🙂

  18. Jadi diri sendiri aja kan hehehhhehhe
    yang penting di nikmatin

  19. @ WaOne :
    Yah.. andai saja kita sadar bahwa kita udah kaya, dan dengan terus bersyukur..,
    pasti dah… kekayaan kita akan terus dilipatgandakan..
    (Tul gak???) ..😀

    @ Gyl :
    Kalo jadi pemadam kebakaran bisa kaya gak ya..??
    APa butuh membakar-bakar dulu biar cepet kaya..?? (hehe..)🙂

    @ yuda harja :
    haha.. itu mah bukan salah saya mas.. Salah dokter giginya. Saya benernya juga punya bad experience di dokter gigi.
    Makanya saya ndak mau jadi dokter gigi..

    @ army :
    Kalo menurut saya ya bang..(lagi2 idealisme berkumandang..) :
    memang gak ada hubungan antara profesi dokter dengan kayanya kita. Tapi yang jadi masalah adalah ketika kta berusaha kaya dengan berprofesi dokter. kalo semisal kita (dokter) punya kecerdasan finansial yang baik, kagak masalah kita menjad kaya. Asal tidak karena menjadi dokter. Asal tidak mengeruk dana dari pasien secara extrim dan nggak bertanggung jawab..

    Saya pribadi pengen mas, punya uang yang cukup..(syukur2 lebih). Tapi tidak semata hanya karena berprofesi dokter. takut mas.. takut tidak berkah..
    Okelah kita dapat kompensasi atas jasa kita sebagai dokter, tu memang hak kita. Tapi.. (sekali lagi), hak kita untuk kaya bukan dari profesi dokter.

    (koq malah jadi postingan sendiri ya..??)
    hehe..

    @ arinkusayang :
    otre..otre..
    Arin..
    gue juga suka gaya loe..!!!🙂
    ehmm.. nyambung juga sih statement yg terakhir..!!
    (tp nyambung di mana ya??)

    @ deady rizky :
    ojok kakean korupsi dik..🙂

    @ agunk agriza :
    Klo yang nto ma gua juga mau dik..!!🙂
    (btw,, boleh ngelink ya??)

    @ ghani arasyid :
    eehh.. jangan salah lo ghan..!!!
    plihan ke-2 ku pas SPMB Teknik Lingkungan ITS lho..!!! temenan iki..!!!

    @ vaepink :
    Iya tuh.. Dokter koq gitu sih..!!
    dasar dokter..!!!

    (lho koq malah hina diri gini sih..??)

    @ widya handayani :
    emang dokter ada uang mukanya dik??
    ato mungkin bisa kredit?? cicilan 12 bulan tanpa bunga??
    kayak beli speda motor aja??
    (hehe..)…😀

    makasih commentnya.. saya sepakat..!!!🙂

    @ Gelandangan :
    he’eh..🙂

  20. Gak tau cal….
    Pa an tuh artinya??
    hehehe

  21. @ Juliet :
    GCS (Glagow Coma Scale) tu istilah medis untuk menilai tingkat kesadaran seseorang..
    Normal > GCS 4 5 6
    semakin rendah GCS, semakin rendah tingkat kesadarannya..
    hehe.. Nice to Know..!!
    trims bwt pertanyaanya..!!

  22. ntuh dia mas…
    giliran sdh ada kejadian ‘malapraktik’tim medis malah bilang hanya ‘DUGAAN malapraktik’
    duh…bingung dech..jmn skrg mmg ssh bgt cr org yg bnr2 profesional dgn pekerjaan dan nuraninya…

  23. Hehehe…
    Tenang Cal…..
    Ngerti kok maksud prtnyaan kmrn…
    Menduga2 si mba Juliet ini anak kedokteran bkn y….
    *Ge eR amat yeeeeeeeee…..* hehehe

  24. kalo mau kaya jadi syekh P aja😀

  25. @ sarahtidaksendiri :
    yah.. gitu deh..
    Tapi jangan lupa..> nggak selamanya dokter selalu di kambing hitamkan lho..
    Jika ada kasus malpraktek, pasien ternyata juga punya andil dlm proses itu..

    @ Juliet :
    prediksi – ku, mbak Juliet ini bukan dokter..!!
    (tul gak>>??)
    Keliatan dari “hawa”nya.
    wuzzz…
    (haha.. becanda mbak.)
    trims commentnya..!!!🙂

    @ Dhimas L N —- :
    haha.. Bisa aja kang Dhimas nih..!!

  26. Yup… 100% benar…
    mang ada lulusan psi. yg dpt gelar dokter Cal??
    Lha wong hawa di kampusny aja udah beda, hehehe..🙂

  27. oke- oke benar sekali tulisan yang ditampilkan!!!
    tapi kalau menurutku sih aku pingin jadi dokter karena??????? apa ya,, pertama begini,, saya merupakan orang yang satu2nya bercita2 menjadi dokter,, truz abiku mendukung banget, waktu aku pingin cita2 jadi mentri pertanian kyaknya ndak suka gitu,,
    jadi aku kembali bercita2 menjadi dokter,,

    kaya???

    menurutku tidak,,,
    ah ndak tau binggung,,,,,

  28. @ azimah ulya :
    Wah.. Dokter aja gak papa..!!!
    saya tunggu di UNAIR y??😀

  29. mau kaya??
    dagang aja, kn banyak tuh derivatifnya.
    kan, 9 dari 10 sumber rizki adalah dari berdang.
    tul gak??

  30. Hmm postingan bagus nih. Tapi jadi dokter susah low. Tapi fenomena yang ada sekarang ini banyak sekali yang pake cara ‘curang’ untuk lulus. Jadinya dokter2 sekarang belum tentu berkompeten untuk mengobati seseorang.

  31. @ semuaaaaa,..

    kawan, ada yang perlu kita tau bareng2 lho..
    seBANYAK apapun presepsi kita ttg jumlah DOKTER Indonesia, ternyata sampai tahun 2010 nanti, INDONESIA defisit 100.000 dokter pertahunnya..

    heran kenapa?
    karena kebanyakan dokter rada2 sungkan disuru praktik di daerah terpencil yang kekurangan dokter..

    jadi.., rame2 jadi dokter gih..
    dengan niat yang lurus pula ya..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: