Posted by: icalmahdi | November 6, 2008

Ukhuwah Dengan Cinta..

         leaf
           Kala itu imam Hasan Al Banna dan rekan-rekan ikhwan yang lain berniat memperingati momen maulud nabi Muhammad SAW. Dengan tujuan mempererat ukhuwah dan menjalin silaturahim, niatan itu pun disepakati. Kemudian, sang Imam mengontak salah satu ikhwan untuk menanyakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Dan dengan senang hati ikhwan itu pun menerima tawaran dari Al Banna. Sang ikhwan akan menyiapkan segala sesuatunya agar pelaksanaan acara berjalan dengan lancar. Sore pun tiba, Hasan Al Banna dan beberapa ikhwah yang lain mengunjungi ikhwan yang tadi telah bersedia menjadi tuan rumah. Ketika tiba, mereka disambut dengan ceria dan sungguh sangat menandakan kerekatan ukhuwah di antara mereka. Beberapa hidangan sederhana juga menyambut kedatangan para tamu. Meskipun terbilang mendadak, namun tampaknya acara sudah dipersiapkan secara matang oleh sang tuan rumah. Acara dibuka dengan tilawah, sedikit mentadaburi. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian beberapa kabar dari ikhwan yang datang di sana. Dan akhirnya ditutup dengan taujih dari sang Imam, terutama kaitannya topik meneladani Rasulullah. Memang acara terbilang cukup sederhana. Tidak membutuhkan persiapan yang matang dan dana yang besar. Bahkan tujuan mereka untuk mempererat ukhuwah persaudaraan pun terlaksana, dan itu yang penting.

          Lalu saat acara akan berakhir sang tuan rumah meminta izin untuk berbicara. Ternyata apa yang dikatakan sang tuan rumah membuat hati ikhwan yang lain tercengang. “Ikhwah fillah, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesediaan ikhwah sekalian untuk datang di acara ini“. “Saya mohon maaf pula jika sebagai tuan rumah telah membuat hati saudara-saudara sekalian kurang berkenan. Semoga kegiatan ini semakin mengikatkan ukhuwah kita bersama atas dasar rasa cinta kita pada Allah Swt“.

          Kemudian sang ikhwah tuan rumah tersebut melanjutkan, “Dan yang terakhir, saya mohon yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara untuk bisa datang kembali esok pagi ke sini!“. semua yang hadir terkejut dan bertanya ada apa gerangan yang terjadi, kemudian salah satu mereka bertanya, sang tuan rumah pun menjawab dengan nada yang rendah, “Saya minta bantuannya untuk mempersiapkan acara pemakaman istri saya, yang baru saja meninggal sore tadi“. Mendengar jawaban itu seketika saja semuanya terkejut, termasuk Hasan Al-Banna. Kemudian sang Imam bertanya kepada si tuan rumah, “Ya saudaraku.., mengapa engkau tidak mengatakan kepada kami bahwa ternyata engkau sedang berduka, sehingga acara untuk memperingati hari kelahiran Rasul ini tidak usah diselenggarakan??. Kemudian mengapa pula kau tidak menampakkan wajah sedih sekalipun kepada kami, padahal istri yang amat kau cintai telah meninggal sore ini”.

          Pertanyaan ini kemudian dijawab dengan suara yang teramat bijak.”Ya ikhwahku sekalian, aku sesungguhnya tak ingin merusak rasa ukhuwah di antara kita hanya karena sebuah berita pribadiku. Kalaupun acara ini tergantikan dengan ta’ziyah, itu pun bisa kita laksanakan esok hari. Dan itu tidak mengurangi rasa ukhuwah di antara kita”.
Sang ikhwan terdiam sejenak, tampak mempersiapkan jawaban yang kedua. “Mengapa aku tak tampak sedih.??, ya..ikhwahku, sesungguhnya aku pun sangat sedih atas meninggalnya istri tercintaku ini. Aku pun terpukul atas kepergiannya. Namun aku mengambil sebuah hikmah yang sangat besar dari ini semua. Ternyata Allah ingin mengujiku, bagaimana cara memperlakukan rasa cintaku kepadaNya. Memang, selama ini aku sangat mencintai istriku, aku sangat bersyukur telah dianugerahi pasangan hidup yang begitu mempesona ini. Hingga ku sadar bahwa ternyata Allah telah cemburu padaku. Rasa cinta yang seharusnya menjadi hak Allah untuk kusampaikan, telah kuberikan lebih kepada istriku. Dan ini mungkin yang membuat Allah memberi peringatan, pertama karena Allah tidak ingin cintaNya diduakan dan yang kedua karena Allah ingin mengujiku, apakah setelah istriku meninggal, aku masih sangat mencintainya melebihi rasa cintaku pada Allah“.

(sumber : “berusaha kuingat…tapi… benar-benar lupa”. Keliatannya dari kajian deh..)

————————————————————————-

Hikmah yang bisa diambil :grass

Ukhuwah itu penting, dan ini merupakan modal utama dalam melaksanakan kehidupan dan berinteraksi dengan yang lain. Terutama dalam aktivitas amal kebaikan. Untuk membentuk ukhuwah tidak membutuhkan dana yang besar, namun efeknya sungguh luar biasa mahalnya.

Proporsi rasa cinta kita harus benar. Mana yang harus menjadi prioritas pertama, mana yang prioritas selanjutnya. Apakah kita selama ini telah menempatkan prioritas rasa cinta kita kepada Allah pada urutan pertama di atas rasa cinta kita pada makhluk / benda ciptaaNya. Dan apakah kita selama ini memberikan rasa cinta kepada seseorang/sesuatu itu atas dasar cinta kita kepada Allah Swt.

Ketika kita sudah memberikan rasa cinta sepenuhnya kepada Allah atau menempatkan rasa itu di urutan teratas, kita akan siap di saat seseorang/sesuatu yang juga kita cintai akan hilang. Karena kita sadar bahwa mencintai sesuatu dzat yang Maha Kekal, maka rasa cinta itu terus akan kekal. Dan lebih menakjubkan lagi ketika Allah mengizinkan kita tetap hidup dengan sesorang/sesuatu tadi dengan kekal di surgaNya.


Responses

  1. wah2,,,,

    hanyalah dua kata yang bisa terucap,

    Luar Biasa….!!!

    ^_^

  2. Hmmmm

    Two Thumbs Up !

    Rasa ikhlas yg luar biasa…

  3. hmm, hehhe. tulisan ini mengingatkan aku ketika 4 bulan lalu seseorang yang amat kucintai diambilNya. smpe engga ada air mata yg keluar. hanya senyuman kedamaian. apa lagi sebelum dia pergi. dia mnuliskan sebuah email terakhir

    Rabbi
    Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia
    tabahkan hatinya
    teguhkan imannya
    sucikan cintanya
    lembutkan rindunya

    Rabbi….
    Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia
    penuhi hatinya dengan Kasih-MU
    terangi langkahnya dengan Nur-MU
    bisikkan kedamaian dalam kegalauan
    temani dia dalam kesepian

    Rabbi…
    kutitipkan cintaku pada-MU untuknya
    resapkan rinduku pada rindunya
    mekarkan cintaku bersama cintanya
    satukan hidupku dan hidupnya
    dalam cinta-MU
    sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU..

    seolah iya tau, kami akan berpisah dalam alam yg berbeda.. trimakasih yang teramat dalam selalu mengajarkan aku untuk Accept…. apa yang di berikanNya…

  4. *ttg hikmah yang pertama :

    iya., minimal yg bs saya inget dari prinsip teman saya (Maria, red) : “Bukan ukhuwah musiman”

    jadi, berukhuwah bukan krn lg musimnya deketan n bukan krn lg musimnya keperluan..,

    sepakat juga kan, ya?

    *ttg hikmah kedua:

    baik alda ataupun saudara2 alda lainnya, moga bs istiQomah..,amiin.

  5. @ Suryawan Indonesia :

    saya balas dengan 3 kata :
    Terima Kasih Banyak..!!!🙂
    ..
    Btw.. ganti Suryawan Indonesia nih..,??
    tambah luar biasa adikku satu ini..

    @ Juliet :
    🙂

    @ keishka :

    eehhmm.. Keliatannya kenangan lalu nih Kei..
    Biasanya kalo ada peristiwa “besar” seperti itu, banyak pelajaran yang bisa diambil..
    TErutama > Memaknai Sebuah Perpisahan..

    Tapi santai saja..!!
    DIA masih bersama kita meskipun yang lain banyak yang pergi meninggalkan kita..🙂

    @ MeraLda :

    Okey..Saudari…
    Saya sepakat 100 %..!!!
    Ukhuwah bukan durian bangkok yang keluarnya musiman..
    Hidup Istiqomah …!!

  6. semoga juga lewat blog ukhuwah itu bisa terjalin luar biasa🙂

  7. wah!!!nih posting yang bagus bagt buat di ambil hikmah na, bang ical!!!istimewa!!

  8. belum pernah ketemu langsung sama orang yg ikhlas sampe kayak gitu
    manusia tulus udah jadi makhluk langka
    ada yg mau ber-ukhuwah sama anak punk gak?

  9. @ aRuL :

    iya mas.. amiin.. Semoga..!!!
    btw.. Sukses buat TPC-nya..!!
    met ultah juga..!!
    (tuh kan.. lewat blog juga bisa timbul ukhuwah..)
    luar biasa kan..!!!🙂

    @ eelham182 :

    trims..🙂

    @ 1punker :

    iyah bang punker, langka sekali orang seperti ini… 😦
    Banyak yg udah mementingkan ego-nya sendiri-sendiri..
    Semoga aja bisa saling mengingatkan..
    (Termasuk juga dengan anak PUNK..)
    Spakat..?!!!😀

  10. Mantab wong iku…

    keren cara mikire.

  11. Subhanallah…🙂
    Makasih buat pencerahannya yah…

  12. Artikel yang sangat menarik.
    saya mengajak anda semua untuk berpikir positif….(Husnuzon)
    Kunjungi http://www.hibahbca.co.cc
    baca dan analisa dengan seksama, jangan ambil keputusan sebelum memahaminya dengan baik, dan jangan memberikan komentar sebelum Anda benar benar paham. Semoga program ini dapat dijadikan salah satu alternatif membangun kekuatan ekonomi umat.
    Think Positive !!!!

  13. @ agungfirmansyah :

    sip..!! aku yo kagum gung..!🙂

    @ vaepink :

    mudah-mudahan bermanfaat..

    @ quantumeconomics :

    ehhmm.. Semoga aja tertarik.. (tapi sp ya..??)
    trims atas iklannya..!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: