Posted by: icalmahdi | October 29, 2008

PEMUDA BERSUMPAH

Satu tanah air, Satu bangsa, Satu bahasa..  

 


            Ternyata bisa saja pemuda kala itu. Yah.. 80 tahun yang lalu. Iseng-iseng berkumpul, ada yang punya gagasan dasyat. Menyatukan Indonesia. Mereka tampaknya sudah frustasi dengan keadaan rakyat Indonesia yang kebanyakan terpaksa rela untuk terus dijajah Belanda. Mau apalagi??. Perlawanan heroik secara fisik sudah berkali-kali gagal. Tentu saja karena peralatan yang kurang memadai, pengetahuan yang dangkal. Banyak yang beranggapan, biarlah hidup seperti ini, biarlah dalam kekangan bangsa lain. Asal bisa makan, bisa tidur, nggak masalah dijajah asal kita masih hidup layak..

Hidup Layak..??.. ini mungkin kata yang tidak ada di kamus pemuda yang tergabung dalam Young-young itu. Mana mungkin bisa dikatakan hidup layak kalau kita masih mengais rejeki dari mener-mener nenek moyang Ruud Van Nistelroy itu. Yaah.. memang kita sedang hidup layak.. Layak untuk ditinggalkan.

 

            Coba bayangkan kalau kita berada pada barisan pemuda-pemudi pengucap sumpah itu. 28 Oktober 1928. Pastilah hawa persatuan itu terasa mengalir bersama adrenalin kita. Nggak main-main nih.. Kita ikut berteriak melantunkan sumpah sakti itu. Pertama tentang tanah air. Wow.. dari Sabang sampai Merauke ada pada genggaman kita..para pemuda. Tumpah darah masing-masing dari kita menyatu dalam Tanah Air Indonesia. Itu sumpah. Sumpah adalah janji. Kita hanya menjadi orang munafik ketika janji itu hanya manis di lidah.  Tekad yang mengagumkan bukan.

 

            Kedua, menyinggung kebangsaan. Mungkin para pemuda itu terinspirasi dengan cap jay. (sudah ada nggak ya di tahun 1928). Ada wortel, brokoli, sayur (yang bermacam-macam), daging, sosis, jamur, udang, bumbu-bumbu (bawang, jahe, merica, kecap, garam), plus tepung maizena sebagai pengental. Semuanya dari berbagai unsur. Ada akar-akaran, ada daun-daunan, ada daging hewan darat, hewan laut, biji-bijan ditambah tepung lagi. Dicampur jadi satu. Alhasil enak jika dirasakan. Nah, itulah mungkin bangsa impian pemuda-pemudi angkatan 28. Negara ini terdiri dari beragam suku bangsa (gak beda jauh dengan bahan cap jay tadi). Dibalik sumpah yang kedua ini, tersimpan obsesi untuk mensinergiskan kehidupan majemuk yang telah ada. Agar timbul manfaat, terasa kebersamaanya. Nggak hanya di lidah saja. Tapi sampai ke hati..

 

            Ketiga, yang terakhir, adalah bahasa.  Wah..benar-benar menarik. Sederhana, simple, tapi jika dilupakan dampaknya sungguh besar. Ini adalah bab komunikasi. Mana mungkin perbuatan yang gemilang bisa terlaksana tanpa adanya koordinasi. Mana mungkin kordinasi bisa jalan jika nggak ada komunikasi. Dan mana mungkin komunikasi bisa lancar jika bahasanya berbeda, tidak bersatu. Impian untuk menyatukan unsur tadi bisa-bisa akan porak poranda hanya karena satu hal. Miss-Communication. Masalah klasik tapi kronis. Dan masalah ini sudah disadari oleh pemuda kala itu. Dan sengaja diukir dalam sumpahnya. Sebagai kata penutup.

 

Ehhm.. andaikata alumni pertemuan 28 Oktober 1928 itu melihat kondisi bangsa ini sekarang. Saat ini, detik ini, mereka melihat dengan mata kepalanya apa yang terjadi dengan negeri Indonesia ini. Pastilah ada yang nyeletuk, “mana pemudanya..?? apa yang telah mereka perbuat..?? mana tanggung jawabnya..??”.

 

Apakah mau kita ulang lagi pembacaan sumpahnya..??. Atau malah kita edit lagi isinya..?? Atau yang mau lebih ekstrim. Judul sumpahnya diganti aja. Sumpah Orang Tua, Sumpah Lansia, Sumpah Bayi. Hanya karena pemuda kita saat ini sudah bosan menanggung beban sumpah 1928 itu.

 

Tapi aku yakin ditengah-tengah kalutnya negeri ini. Yang masih diliputi awan kelam berduka. Ada Pemuda yang terus berharap. Berharap akan perbaikan negeri. Mereka sadar bahwa mereka yang paling punya tanggung jawab terbesar. Mereka optimis dengan keberharapannya, perbuatan menuju perubahan akan bisa terlaksana dengan baik.

 

 

————————————————————————

 

Di tengah suramnya wajah orang banyak, ternyata aku masih bisa tersenyum. Tersenyum penuh harap. Sumpah yang diucap kakak-kakak pemuda 1928 kala itu akan kita wujudkan selagi masih ada waktu.


Responses

  1. yup Cal, mari perbaiki negeri ini…

  2. Tebarkan semangat Nasionalisme Pemuda Indonesia…..

  3. Pemuda adalah penentu masa depan bangsa..

    semangat,,
    duamangat,,
    tigamangat…
    dst..

    hehehe =p

  4. @ tomo :

    padamu pewaris negeri harapan selalu terpatri..

    @ indra1082 :

    Wah Tebar Pesona nih..!!
    Oke saya Join..!!!🙂

    @ wawan :

    empatmangat..limamangat..enamangat..tujuhmangat…delapanmangat…

    Lho koq berhenti di delapan ya..??

    Ada apa dengan angka 8 (delapan..)..??
    …jadi penasaran..

  5. Tetap bersatu….
    Tetap bangga menjadi bangsa Indonesia…

    Jadilah pemuda yang bersih jiwa dan raga, peduli dengan sesama dan bekerja profesional di setiap aktivitas…
    Agar dapat memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa….

    Betul…..?
    =)

  6. Sumpah mahasiswa ada lo sal.. jangan lupa😀

    Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
    Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
    Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan..

    E.. gitu ya ? Aq agak-agak lupa🙄

  7. Kliatannya ada yang perlu direvisi Sal.

    Sumpah pemuda itu bukan hasil ngumpul iseng2. Ada proses yang puanjaaang di belakang itu.

    Mau tau detailnya?
    Cari aja sendiri:mrgreen: .

  8. Berikanlah yang terbaik untuk bangsa dan tanah air kita….🙂
    Semangat..!!!

  9. wuih!!mantap banget tulisannya bang!! tapi kira2 kenapa kq gag ad sumpah orang tua?mngkn udah tua jadi gag blh di sumpahin.hehehehe

  10. ya… harapan itu masih ada

  11. @ ardi :

    Betullll…>!!!!
    SePakaT 101 %

    @ Gyl :

    Itu kan ITS gyl.. Klo UNAIR yah beda..

    @ agungfirmansyah :

    hehe..namanya aja pemuda, nulisnya ya juga iseng..
    Maksih gung masukannya..!!
    Kapan-kapan tak carinya..😀

    @ vaepink :

    Semangat balik..!!

    @ eelham182 :

    waduh.. saya mah nggak berani nyumpahin orang tua..
    Trims buat masukannya..

    @ Dalila Sadida :

    oke..!! sip..!!!🙂

  12. ehm… bleh nimbrung kan cal?? (lagi pede kate sm ical, heuheue,,,)

    kenapa pemuda sekarang meski sekolat tinggi pendidikan smpe seberapa tingginya tapi tetep aja… moralnya NOL…

    jadi inget….

    isi tulisan ini…

    Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal
    aku bermimpi ingin mengubah dunia
    Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku
    kudapati bahwa
    dunia tak kunjung berubah

    Maka cita-cita itu pun aku persempit
    lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku
    Namun tampaknya
    hasrat itupun tiada hasilnya

    Ketika usiaku semakin senja
    dengan semangatku yang masih tersisa
    Kuputuskan untuk mengubah keluargaku
    orang-orang yang paling dekat denganku
    Tetapi celakanya
    mereka pun tak mau diubah

    Dan kini
    sementara aku berbaring saat ajal menjelang
    tiba-tiba kusadari

    “ANDAIKAN YANG PERTAMA-TAMA KUUBAH ADALAH DIRIKU”

    Maka dengan menjadikan diriku sebagai panutan
    mungkin aku bisa mengubah keluargaku

    Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka
    bisa jadi aku pun mampu memperbaiki
    negeriku

    Kemudian siapa tahu
    aku bahkan bisa mengubah
    DUNIA

    hehhe.. jangan muluk2 merubah yang susah, lakukan apa yang kamu bisa lakukan…

  13. @ keishka :

    Kenapa moralnya cuma nol??

    Menurut saya sich, klo kita nyalahin sepenuhnya sama si pemuda itu ttg kondisinya, amat gak bijak deh… kenapa mereka jadi gitu, karena terbentuk ama lingkungannya..dan ini sungguh kompleks jika di kupas satu-satu.

    Jadi singkat cerita, yg harus dan wajib dikoreksi adalah kondisi lingkungan pendidikan PERTAMA si pemuda itu
    yakni : KELUARGA…(kapan2 ku postingin ttg topik ini- Insya Allah..)

    Klo keluarganya beres..Pola hidup si pemuda juga bisa diberesin..(maksudnye..??)..
    yah artinya moral bisa ditanemin sejak itu..

    Makasih banyak atas comment brpa ceritanya..
    meskipun sering kudengar berulangkali, tp maknanya cukup dalem

    ##

    …Wah MUlai di-PeDeKaTe nih..

    (Pasang Tameng…!!! Sret..Sret..!!)..🙂

  14. wakakkaka.. yupi kalau yang itu aku setuju, lingkungan kan membntuk karakter seseorang jadi inget kul multiple intel disana dijelasin lupa deh apa yang jls 99 persen kehidupan itu terbntuk dr lingkungan sisanya yang alami…. hehhe..

    wew.. tameng….

    temenya komeng bukan yah..😛

    yah ternyata aku ditamengin udh kya virus aja.. halah…

  15. @ keishka :

    Tameng bukan temennya komeng..
    tapi..
    Saudaranya..
    (nyambung gak sih..)

    Wah yang bilang virus bukan saya lo..!!!

  16. wakakkaka aku kan yang bialng virus… eh siap2 kemana sih?? aku dicuekin.. heuheeu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: