Posted by: icalmahdi | May 14, 2008

Renungan Harapan

Kalutnya negeri ini
akan terpaan badai dari Sang Maha Bijaksana.
Hempasnya tanah negeri ini
akan reruntuhan puing cobaan dari Sang Maha Adil.
Bukankah belum cukup hati kita luluh dan malu atas langkah hina ini.
Atau mungkin kita mencoba berjudi di meja pertaruhan hidup.
Mengharap cukup waktu untuk menoleh sejenak.
Padahal waktu itu yang akan mengakhiri hayat kita.
Mulai hari ini.

Wahai Pemilik nyawa,.. Sudah saatnya Engkau bangkitkan naluriku untuk
terus memaknai cerita pendek di bawah pohon yang lebat ini.
Hingga ku selesai membacanya.


Responses

  1. G gelem komentar ttg puisimu.

    Pingin komentar, “Update lah Bosss!!!”
    :mrgreen:

  2. Hehe..

    Sek gung..

    Sinau sek..!!!

    Insya Allah mbari ngene..!

    (kesuen yo??)

  3. pohon yg lebat apa namanya ?๐Ÿ™‚

  4. @ Elys Welt :

    Pohon Lebat ??
    apa ya???
    ehm.. bingung juga..!!!๐Ÿ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: